Pakai Sunscreen Malah Jerawatan? Simak Penjelasannya

      

        Sunscreen merupakan produk kecantikan yang penting untuk melindungi kulit. Walaupun khasiat utamanya bukan menjadikan kulit glowing atau cerah, produk yang satu ini berperan besar dalam melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan pengaruh buruk sinar ultraviolet.

        Namun tidak jarang konsumen yang mengeluhkan jerawat setelah rutin menggunakan sunscreen. Padahal bahan aktif SPF yang terkandung di dalam sunscreen tidak bisa memicu jerawat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor utama mengapa sunscreen bisa menyebabkan jerawat. Faktor pertama ada di carrier yang membantu UV filter atau titanium dioxide bisa terserap dengan baik di kulit. Carrier atau “kendaraan” yang membantu penyerapan produk ke kulit ini bisa berupa minyak (oil-based) atau air (water-based). Masalah muncul ketika carrier ini menyumbat pori-pori, membuat kulit terlalu berminyak, dan mengarah pada penumpukan sel kulit mati di permukaan kulit. 

         Penggunaan tabir surya yang tidak tepat dapat menyebabkan penyumbatan pada pori-pori sehingga dapat menyebabkan munculnya jerawat baru.

        Selain itu, penggunaan tabir surya yang tidak tepat juga dapat menyebabkan iritasi pada jerawat sehingga jerawat aktif menjadi semakin meradang.

        Nah, satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencari sunscreen yang cocok untuk jenis kulit kita, agar tidak menyumbat pori-pori!

       Hati-hati dengan sunscreen dengan carrier yang terlalu berat seperti mineral oil, coconut oil, argan oil, dan lain-lain. Kalau kulit kamu termasuk berminyak, lupakan oil-based sunscreen sepenuhnya dan cari water-based sunscreen berbentuk gel, lotion, atau spray. Tekstur sunscreen yang lebih ringan akan meminimalisir minyak dan mencegah jerawat muncul.

        Faktor lainnya penyebab jerawat pada sunscreen ada pada ingredientsada beberapa bahan bersifat comedogenic yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan penumpukan kotoran yang mungkin terdapat dalam merek sunscreen tertentu.

        Beberapa kandungan di dalam sunscreen yang berpotensi menyumbat pori-pori dan perlu kamu hindari dalam sunscreen. Seperti oxybenzones (pengawet yang menjaga formula produk dari panas matahari), dimethicone (silikon yang membantu sunscreen terasa halus di kulit), tocopherol (vitamin E), alkohol, dan juga fragrance.

        Dan beberapa bahan lainnya seperti :

Comedogenic Oil dan Butter

        Dua bahan ini paling umum ditemukan dalam tabir surya. Mineral dan silikon membuat kulit gampang berkeringat. Keringat dan kotoran tersebut nantinya dapat terperangkap dalam pori-pori yang justru menyebabkan breakout.

Benzophenones

        Jenis filter UV ini banyak ditemukan dalam sunscreen berbentuk krim dan lotion. Biasanya juga tertulis dengan nama oxybenzone dan avobenzone.

PABA dan Bahan Kimia Lainnya

        Beberapa bahan seperti para- aminobenzoic acid (PABA) dan methoxycinnamate juga bisa menimbulkan jerawat terutama bagi kulit sensitif dan rentan berjerawat. Kedua bahan ini biasa ditemukan dalam sunscreen yang tahan air.

Beeswax

        Beberapa kulit mungkin bisa menoleransi bahan ini. Namun, beberapa lainnya yang berkulit sensitif dan rawan jerawat justru sangat rentan terkena jerawat jika terkena bahan-bahan seperti ini.

        Tentu kulit orang memiliki reaksi berbeda-beda terhadap suatu ingredients. Apa yang memicu iritasi di kulit saya belum tentu memicu iritasi di kulit kamu, dan begitu pula sebaliknya. 

        Buat kamu yang memiliki kulit sensitif harus hati-hati dalam memilih sunscreen, ya! Pilih sunscreen dengan ingredients yang aman untuk kulitmu.

         


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Haruskah Melakukan Double Cleansing Setiap Hari?

Manfaat Lip Balm dan Dampaknya Jika Digunakan Terlalu Sering

Beberapa Penyebab Ketiak Hitam Yang Perlu Kamu Hindari